Tabligh Akbar Love Rohingya, Fakultas Teknik Serahkan Donasi Senilai 13 Juta
terasunri.web.id - Acara Tabligh Akbar Love
Rohingya dan Penggalangan Dana yang diadakan oleh Dompet Dhuafa Riau
bekerjasama dengan Pusat Kajian dan Pengembangan Dakwah Baitus Sa'adah. BKOW
Provinsi Riau, dan Badan Kesejahteraan Masjid Raya An-Nur Provinsi Riau serta
didukung oleh organisasi kepemudaan, organisasi kewanitaan, kampus, dan
berbagai entitas masyarakat yang diadakan di Masjid Raya An Nur Provinsi Riau
berhasil menggalang dana senilai Rp480.001.841. Angka ini adalah hasil
penghitungan final khusus penggalangan sejak campaigne dibuka sampai acara
Tabligh Akbar dilaksanakan.
Tabligh
Akbar Love Rohingya mendapat perhatian khusus masyarakat Riau. Masjid Raya An
Nur Provinsi Riau penuh sesak dihadiri jamaah. Bahkan sebagian harus berdiri di
pintu utama dan tangga masjid. Acara yang dimulai sejak ba'da Magrib ini sangat
dirasakan energi positifnya oleh jamaah. Tidak hanya penggalangan dana yang
maksimal. Lebih dari itu, semua do'a-do'a yang dilantunkan selama acara sangat
menggugah jiwa.
Ali
Bastoni, Pimcab Dompet Dhuafa Riau, dalam sambutannya menyampaikan, "Saya
sangat yakin tragedi kemanusiaan yang terjadi di Rohingya sudah menjadi isu
umat. Semua tahu dan melihat foto dan video yang beredar di media massa dan
media sosial. Sebagai lembaga kemanusiaan, Dompet Dhuafa Riau berinisiatif
membangun komunikasi dan mengajak berbagai entitas untuk melebur melakukan
acara penggalangan dana, sehingga terwujud acara malam hari ini"
Mengawali
acara penggalangan Dana, Direktur Mobilisasi ZIS Dompet Dhuafa, Bambang
Suherman menyatakan dengan tegas: "Cukup 2 alasan bagi kita untuk peduli
Rohingya; pertama, alasan kemanusiaan. Atas status sebagai manusia, hati kita
akan menolak tragedi-tragedi kemanusiaan yang dipertontonkan dengan sangat
sadis. Tidak perlu melihat ras, bangsa, dan agama mereka. Alasan kedua, karena
kita seakidah dengan mereka. Mereka adalah muslim."
Bambang
Suherman yang bangga menyebut dirinya sebagai aktivis kemanusiaan melanjutkan,
"Harus ada yang menentang semua kezhaliman yang terjadi di permukaan bumi
ini, agar dunia tahu bahwa kita tidak setuju dengan kezhaliman-kezhaliman yang
berlaku. Di saat bersama, krisis kemanusiaan yang terjadi harus menjadi
tanggungjawab kita bersama. Mari rapatkan shaf untuk saling menguatkan. Semoga
Allah merahmati kita". Sebagai lembaga kemanusiaan Dompet Dhuafa bersama
lembaga lainnya akan melakukan 2 bentuk intervensi di Rakhine; membangun
sekolah dan mengirim guru dan membangun perekonomian masyarakat yang mayoritas
dikuasai oleh muslim." Lanjutnya.
Setelah
mendengarkan kiprah aksi kemanusiaan yang diperankan Dompet Dhuafa, Ustadz
Abdul Somad, sebagai ulama, beliau mengarahkan umat, "Muslim Rohingya
adalah saudara kita yang wajib mendapat perhatian kita. Tidak pandang apa
sukunya, bangsanya, dan rasnya. Jika mereka muslim, mereka adalah saudara kita.
Orang-orang yang tidak peduli dengan muslim lain, bukan umat yang baik."
Lebih
lanjut beliau menegaskan, "Saudara-saudara kita di Rohingya jika mereka
ditindas lalu wafat, urusan mereka selesai di dunia, mereka syahid. Tetapi kita
yang masih hidup apakah akan mati husnul khatimah?! Ketika kita tidak peduli
dengan muslim Rohingya, nanti di akhirat Allah akan bertanya; ketika
saudara-saudaramu tertindas di Rohingya, apa yang engkau lakukan?. Mari
merenung dan berbuat. Setidak-tidaknya berdo'alah. Saya selalu berusaha
menjadikan do'a saat qunut Subuh untuk saudara kita Muslim Rohingya".
Gubernur
Riau, H. Arsyad Juliandi Rachman, MBA dalam sambutannya menyatakan,
"Saya secara pribadi dan Pemprov Riau ikut peduli dengan krisis
kemanusiaan yang terjadi di Rohingya dan mengajak masyarakat untuk ikut peduli.
Mereka adalah saudara-saudara kita. Sebagai wujud peduli, saya menitipkan uang
senilai 20 juta Rupiah untuk saudara-saudara kita di Rohingya". Wakil
gubernur yang ikut hadir dalam acara Tabligh Akbar juga berinfaq senilai 10
juta Rupiah.
Dalam
penggalangan dana semalam, seorang anak muda menyerahkan hasil patungan infaq
senilai 101 juta Rupiah. Suasana menjadi haru, karena donasi itu diserahkan.
Setelah diselidiki, ternyata donasi sebanyak itu berasal dari sekelompok anak
muda yang sebagiannya belum menikah. Kata perwakilan yang menyerahkan donasi,
"ini hasil penggalangan dana yang kami lakukan di tempat kerja kami hari
ini, kami serahkan untuk saudara-saudara kami di Rohingya"
Dari
kalangan civitas akademika, keluarga besar Fakultas Teknik Universitas Riau
menyerahkan donasi senilai 13 juta Rupiah dan keluarga besar Universitas
Lancang Kuning menyerahkan 11 juta Rupiah. Dari kalangan muslimat, BKOW
Provinsi Riau menyerahkan senilai 5 Juta Rupiah. Masyarakat Okura Peduli
Rohingya menyerahkan 14 Juta Rupiah.
Di
penghujung acara, Ustadz Hasbullah kembali membuat jamaah tertegun dan pasi
mengaminkan do'a yang terlahir dari hati untuk saudara-saudara di Rohingya. Ada
airmata yang tulus sebagai saksi bahwa mereka cinta saudara mereka di Rohingya.






Post a Comment