Header Ads

Link Banner

Wiriyanto Aswir : Belum Ada Cagubri 2018 Yang Independen


terasunri.web.id - Meski Pemilihan Gubernur baru akan di selenggarakan pada bulan Juni tahun 2018, tetapi hingar bingar, propaganda, dan suhu politik di Bumi Melayu Lancang Kuning sudah dapat dirasakan masyarakat Riau, kita bisa melihat di sepanjang jalan utama kabupaten/kota hingga pelosok desa telah dihiasi oleh Spanduk dan Baliho bakal calon gubernur ke depan.

Terlalu naif bila kita mempercayai adanya pengambilan parpol gratis dalam pilkada, dalam hal ini setiap kandidat harus merogoh kantong lebih dalam dikeluarkan untuk merebut jalur partai politik dalam memenangkan pemilihan kepala daerah.

Ditahun 2017, kita memahami bahwasanya berkaca dengan Pilwako Pekanbaru, menunjukkan preseden bahwa Figur atau sosok sungguh menjadi pilihan utama masyarakat sebagai pemimpin, hal ini seharusnya menjadi catatan penting kepada kandidat gubernur untuk memberanikan diri maju dari beragam jalur, diantaranya memang jalur partai politik, maupun jalur independen.

Berdasarkan PKPU Nomor 9 tahun 2016 pasal 8, ayat satu berbunyi '' KPU Provinsi dan Kabupaten Kota menetapkan persyaratan pencalonan berupa jumlah dukungan dan persebarannya bagi pasangan calon perseorangan, dengan keputusan KPU Provinsi,atau keputusan KPU Kabupaten Kota'', kemudian ayat 2 berbunyi '' keputusan KPU Provinsi atau KPU Kabupaten Kota sebagaimana dimaksud pada ayat 1, didasarkan pada jumlah pemilih yang tercantum dalam daftar pemilih tetap pada pemilu atau pemilihan terakhir''.


Berdasarkan peraturan diatas, jika kita melihat DPT Provinsi Riau dari hasil Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2014 yang berjumlah kurang lebih 3.980 orang, logikanya bila sesuai peraturan PKPU nomor 9 tahun 2016 tersebut, hanya dibutuhkan 8,5 persen dari total DPT atau jika dikalkulasikan berkisar 333 ribu syarat KTP yang harus dipenuhi oleh bakal calon kandidat Pilkada Gubernur Riau dari jalur Independen.

Berbeda dengan Pilgubri yang sebentar lagi semakin dekat, dan hawa politik Riau semakin tinggi, Pilwako Pekanbaru dinilai cukup menarik dikarenakan hadirnya dua calon independen yang lulus verifikasi dalam pilkada kota Pekanbaru, yang cukup mengejutkan banyak pihak dengan raupan suara yang cukup signifikan, akan tetapi di pilgubri justru para kandidat yang berlatar belakang kepala daerah, birokrat, bahkan tokoh masyarakat yang potensial untuk memimpin Riau ke depan, tidak satupun memberanikan diri untuk mengambil jalur independen tersebut, dan disibukkan dengan agenda merebut roda partai yang kita ketahui bersama harus menggunakan Cost Tinggi, pertanyaaannya mengapa setelah memahami bahwasanya figur menjadi hal yang utama dalam Pilkada, justru belum ada yang memberanikan diri untuk bersiap maju dari jalur Independen.

Mengingat pada Pilgubri tahun 2013, tingkat partisipasi pemilih di Propinsi Riau, berkisar kurang lebih 60 persen dari jumlah DPT yang tersebar di 12 kabupaten/kota. Dalam hal ini sangat terbuka peluang bagi jalur indepen untuk kandidat bagi para bakal calon gubernur Riau yang tentunya serius untuk membangun Provinsi Riau kedepan, bukan hanya slogan dan akun media sosial yang tersebar luas.

Wiriyanto Aswir, Penulis adalah Aktivis Mahasiswa Universitas Riau. Ketua Umum Ikatan Pemuda Mahasiswa Kuansing Pekanbaru. Wakil Sekretaris Umum Bidang Eksternal Badko HMI RIAU KEPRI.


Sumber : http://www.riaubook.com/berita/36883/menanti-calon-independen-pilgubri-2018

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.