Shalat Ied UR, Hikmah Idul Adha Sebagai Tauladan Dalam Pelaksanaan Kehidupan
Pada penyelenggaraan shalat Ied
di Kampus Bina Widya UR ini, Sujianto juga mengajak kepada jamaah shalat Ied
untuk dapat selalu mengingat amanah yang dititipkan Allah pada tiap
masing-masing individu. “Kembali saya mengajak kepada kita semua agar selalu mengingat
akan perlunya ikhlas dalam mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, maupun materi
dalam jalan Allah. Mengapa?
Karena semua itu merupakan amanah atau titipan dari Allah dan nantinya akan
kita pertanggungjawabkan.”
“Pada kesempatan ini, saya juga
menyampaikan selamat hari raya Idul Adha. Semoga ibadah yang telah kita
laksanakan pada hari ini dapat diijabah oleh Allah SWT. Begitu pula saat kita
dalam melaksanakan tugas pendidikan, pengabdian, dan penelitian yang merupakan
Tri Dharma Perguruan Tinggi yang kita lakukan dengan ikhlas karena Allah SWT,”
jelas Sujianto.
Pada
Pelaksanaan shalat Idul Adha di Kampus Bina Widya UR ini, yang bertindak
sebagai khatib adalah Ustadz Dr H Rojja Pebrian LC MA, dari Ikatan Dai
Indonesia (Ikadi) Riau. Khatib menyampaikan tauladan yang dapat diambil dari
hikmah kisah nabi Ibrahim dan Ismail.
“Kita tidak boleh mengagungkan
apapun didunia ini kecuali hanya mengangungkan Allah SWT. Apalagi kita
memuja-muja sesuatu yang besar maupun kecil. Terlebih lagi mengkultus sesama
manusia. Jika kita berlaku demikian, maka pasti kita tidak akan mendapat
pancaran dari maha agung Allah SWT.
Hanya Allah-lah
yang wajib kita sembah dan kita agungkan. Mengangungkan Allah adalah
dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Siapa
saja yang menbesarkan siar Allah, maka Allah akan memberikan rahmat kepadanya,”
jelas Rojja.
“Selanjutnya kita tidak boleh besar kepala
apalagi sombong. Jika menyombongkan diri dihadapan manusia, maka perbuatan itu
merupakan wujud dari ingkar atau tidak mau melaksanakan apa yang diperintah
Allah. Perbanyaklah takbir, karena takbir adalah bentuk dari pengakuan kita
kepada Allah dalam hati kita. Apabila kita ikrarkan dengan lisan, diyakini
dalam hati, serta dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, maka Allah akan
memberikan pancaran rahmatnya kepada kita,” terang Khatib.
“Jika
kita melihat riwayat kisah nabi Ibrahim dan Islamil, adalah merupakan wujud
dari bentuk mengagungkan Allah. Dimana suatu ketika nabi Ibrahim bahkan harus
ikhlas dan tabah meninggalkan anak istrinya ditempat yang tidak layak
ditempatkan manusia. Apalagi disaat mereka diperintahkan untuk mengorbankan
anaknya sebagai bukti patuh akan perintah Allah. Namun mereka percaya dan yakin
bahwa Allah tidak akan menyianyiakan mereka,” jelas Rojja di hadapan jamaah
shalat Idul Adha di lingkungan UR.
Begitu
pula contoh-contoh bukti manusia taat akan perintah Allah. “Apakah ketika
kumandang azan akan langsung kita tergerak untuk shalat berjamaah di mesjid?
Apakah panggilan allah atau panggilan pekerjaan yang akan kita dahulukan?
Apakah kita masih akan melanjutkan aktifitas kita atau langsung menuju
panggilan Allah, apalagi panggilan Allah lainnya seperti sadaqah, sosial, orang
tua, dan sebagainya? Oleh sebab itulah, sebagai hamba Allah kita musti
mengikuti semua perintah dan larangan Allah,” jelas Rojja.
Pada
pelaksanaan Shalat Ied di Kampus Bina Widya UR, yang bertindak selaku imam
shalat yaitu Iskandar Maulana SE, dan diikuti oleh seluruh jamaah yang terdiri
dari unsur pimpinan, dosen, pegawai, karyawan, mahasiswa, maupun masyarakat
yang bertempat tinggal di sekitar Kampus Universitas Riau.
Pada
kesempatan lain, Azhar Kasmy SH, selaku Ketua Kegiatan Idul Adha di lingkungan
UR, menyampaikan pada Minggu 3 September 2017, UR juga akan menggelar kegiatan
penyembelihan hewan qurban dalam rangka Peringatan Hari Raya Idul Adha pada
tanggal 12 Dzulhijjah 1438 Hijriyah, pada pukul 7.30 WIB di halaman Masjid
Arfaunnas Komplek Kampus Bina Widya UR Simpang Panam Pekanbaru.
“Tahun
ini, ada sebanyak 42 orang peserta qurban yang telah mendaftar ke panitia. Dari
jumlah peserta ini, maka diperoleh sebanyak enam ekor hewan qurban yang telah
tersedia untuk kebutuhan qurban. Daging qurban ini, akan kita distribusikan
kepada peserta qurban, civitas akademika, serta warga sekitar yang dinilai
berhak menerima. “Kita telah membuatkan daftar penerima daging qurban
ini, dan penerima daging ini juga dibekali dengan kupon sebagai alat
untuk menukarkan daging qurban nantinya,” ungkap Azhar. (tim pemberitaan UR).









Post a Comment